Tanamin - Sustainability & Reforestation
Home
Blog & Insight
Liputan KegiatanRilis ProgramOpiniBerita Lingkungan
Kolaborasi
Media PartnerKomunitasProgram CSR PerusahaanJadi Mitra
Kisah Inspiratif
TestimoniCerita DampakPenggerak LingkunganPenggalang DanaRelawan
Edukasi Lingkungan
Fakta & DataPenelitian & StudiInfografisTips & TrikTutorialArtikel Lingkungan
Program CSR
Kampanye LingkunganPemberdayaan MasyarakatKonservasiEdukasi LingkunganPenghijauan
Donasi
Menu
Home
Liputan KegiatanRilis ProgramOpiniBerita Lingkungan
Media PartnerKomunitasProgram CSR PerusahaanJadi Mitra
TestimoniCerita DampakPenggerak LingkunganPenggalang DanaRelawan
Fakta & DataPenelitian & StudiInfografisTips & TrikTutorialArtikel Lingkungan
Kampanye LingkunganPemberdayaan MasyarakatKonservasiEdukasi LingkunganPenghijauan
Donasi Sekarang
Tanamin Logo

PT. Tanamin Bumi Nusantara

"Tanamin Aksi, Hijaukan Bumi"

Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan lingkungan, aksi hijau, dan pemanfaatan teknologi untuk keberlanjutan bumi.

Alamat & Kontak

Jl. Soekarno – Hatta KM.21
Karang Joang, Balikpapan Utara
Kota Balikpapan – 76127

+62 852-1308-1309

Navigasi

  • Blog & Insight
  • Kolaborasi
  • Kisah Inspiratif
  • Edukasi Lingkungan
  • Program CSR

Informasi Layanan

Berlangganan berita terbaru mengenai aksi lingkungan dan program kami.

© PT. Tanamin Bumi Nusantara. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Kebijakan PrivasiSyarat & KetentuanDeveloped by Arifwicax
Liputan Kegiatan

Apakah Hutan Indonesia Sehat di 2026? Antara Perbaikan dan Alarm Dini

Laudya Aprilia Khoirum
Laudya Aprilia Khoirum
•
5 Mei 2026 pukul 10.36
Apakah Hutan Indonesia Sehat di 2026? Antara Perbaikan dan Alarm Dini

Apakah hutan Indonesia benar-benar “sehat” di tahun 2026?
Di balik klaim keberhasilan pengendalian deforestasi, data terbaru justru menunjukkan cerita yang lebih kompleks—antara harapan pemulihan dan ancaman yang masih nyata.

 

Kondisi hutan Indonesia memasuki tahun 2026 berada dalam situasi yang tidak bisa disimpulkan secara hitam-putih. Di satu sisi, pemerintah menunjukkan keberhasilan dalam menekan laju deforestasi. Namun di sisi lain, sejumlah indikator masih menunjukkan tekanan terhadap ekosistem hutan yang belum sepenuhnya pulih.

 

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kehutanan, luas tutupan hutan Indonesia pada tahun 2024 mencapai 95,5 juta hektare atau sekitar 51,1% dari total daratan. Dari jumlah tersebut, mayoritas berada di dalam kawasan hutan resmi negara.

 

Namun, angka deforestasi netto pada tahun yang sama masih tercatat sebesar 175,4 ribu hektare. Angka ini merupakan hasil dari deforestasi bruto 216,2 ribu hektare yang dikurangi reforestasi sebesar 40,8 ribu hektare.

 

Menariknya, sebagian besar kehilangan hutan terjadi di hutan sekunder (92,8%), yang menandakan tekanan terus berlangsung pada kawasan yang sebelumnya sudah terdegradasi.

 

Pemerintah menyatakan bahwa meskipun terjadi sedikit kenaikan dibanding tahun sebelumnya, tren deforestasi masih lebih rendah dibanding rata-rata satu dekade terakhir, sehingga dinilai sebagai indikator keberhasilan kebijakan pengelolaan hutan.

 

Upaya pemulihan juga terus dilakukan. Sepanjang 2024, rehabilitasi hutan dan lahan mencapai 217,9 ribu hektare, sebagai bagian dari strategi menekan deforestasi dan meningkatkan tutupan lahan.

 

Selain itu, dalam periode lebih panjang, pemerintah mencatat lebih dari 2 juta hektare lahan telah direhabilitasi sejak 2015, serta penerapan moratorium izin baru di hutan alam dan gambut.

 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Krisdianto, menyebut berbagai kebijakan seperti pengendalian kebakaran hutan, perhutanan sosial, hingga penegakan hukum menjadi kunci dalam menjaga hutan Indonesia.

 

Namun, jika melihat data lain di luar pemerintah, kondisi hutan belum sepenuhnya aman. Analisis independen menunjukkan bahwa luas hutan alam Indonesia masih terus berkurang, dengan kehilangan ratusan ribu hektare dalam periode 2023–2024.

 

Bahkan, deforestasi masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dan didorong oleh aktivitas seperti ekspansi perkebunan, pertambangan, hingga pembangunan infrastruktur.

 

Melihat kondisi ini, target besar pemerintah melalui program FOLU Net Sink 2030—yang bertujuan menyeimbangkan emisi dan serapan karbon sektor kehutanan—menjadi penentu arah masa depan hutan Indonesia.

 

Pada 2026, hutan Indonesia bisa dikatakan “membaik, tetapi belum sepenuhnya sehat.” Upaya pemerintah menunjukkan hasil nyata, namun tekanan terhadap hutan masih berlangsung dan membutuhkan konsistensi kebijakan serta keterlibatan semua pihak.

Bagikan Berita Ini

Tags:

#Lingkungan#Nasional#Opini

Artikel Populer

Liputan: Festival Lingkungan Tanamin 2026

Liputan: Festival Lingkungan Tanamin 2026

Liputan: Aksi Tanam Serentak di 10 Kota

Liputan: Aksi Tanam Serentak di 10 Kota

Apakah Hutan Indonesia Sehat di 2026? Antara Perbaikan dan Alarm Dini

Apakah Hutan Indonesia Sehat di 2026? Antara Perbaikan dan Alarm Dini

Kategori

Blog & Insight
Kolaborasi
Kisah Inspiratif
Edukasi Lingkungan
Program CSR

Tag Populer

#Lingkungan#Eksklusif#Daerah#Internasional#Nasional#Opini#Investigasi#Trending#Breaking News

ADVERTISEMENT

[ SPACE IKLAN ]