Masalah sampah di Indonesia ternyata bukan sekadar soal kebiasaan, tapi juga soal kemampuan ekonomi. Berdasarkan hasil riset yang mengacu pada data World Bank, sekitar 50% sampah di Indonesia justru berakhir di jalanan dan aliran sungai.
Fakta ini diungkap oleh pihak Danantara Indonesia yang menyebutkan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah ketidakmampuan sebagian masyarakat membayar iuran sampah bulanan. Padahal, biaya yang harus dibayar relatif kecil, hanya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per rumah tangga.
Karena tidak mampu membayar jasa pengangkutan sampah yang biasanya dikelola di tingkat RT atau RW, sebagian warga memilih jalan pintas dengan membuang sampah secara sembarangan—baik ke sungai maupun ke pinggir jalan. Kebiasaan ini kemudian memperparah persoalan lingkungan yang sudah ada.
Di sisi lain, sistem pengelolaan sampah saat ini juga dinilai belum efektif. Pemerintah daerah masih harus menanggung biaya besar, terutama untuk penyediaan dan sewa lahan tempat pembuangan sampah.






