Tanamin hadir sebagai jawaban atas kondisi hutan mangrove Indonesia yang semakin terancam. Sebagai negara dengan ekosistem mangrove terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan global. Namun kenyataannya, banyak kawasan mangrove yang mengalami kerusakan akibat alih fungsi lahan, pembangunan, dan tekanan aktivitas manusia. Kerusakan ini sering kali tidak terdeteksi dengan cepat, sehingga penanganannya menjadi terlambat dan kurang tepat sasaran.
Melihat tantangan tersebut, Tanamin mengembangkan sebuah inovasi teknologi bernama MangroveAI, yaitu aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu memantau kondisi mangrove secara lebih efisien. Dengan memanfaatkan data satelit seperti Sentinel-2, MangroveAI mampu melihat kondisi permukaan bumi dari atas dan mengidentifikasi berbagai jenis tutupan lahan, termasuk mangrove, vegetasi lainnya, badan air, serta lahan terbuka maupun terbangun. Proses ini dilakukan secara otomatis sehingga pengguna tidak perlu melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mendapatkan gambaran awal kondisi suatu wilayah.
Dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan, MangroveAI dapat mempelajari pola-pola dari data yang ada dan meningkatkan akurasi analisis seiring waktu. Hal ini memungkinkan identifikasi area mangrove yang masih sehat, yang mengalami degradasi, maupun yang membutuhkan upaya restorasi. Informasi yang dihasilkan kemudian disajikan dalam bentuk peta interaktif yang mudah dipahami, sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari peneliti, pemerintah, hingga pelaku industri dan pemerhati lingkungan.




